Rasullah SAW bertutur kepada kita tentang hakikat penciptaan wanita, dimana beliau bersabda,” Perlakukan lah wanita dengan cara yang baik, sebab mereka diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnya bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atasnya. Jika engkau berusaha meluruskannya dengan keras, maka ia akan patah, tetapi jika engkau membiarkannya, maka ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, perlakukanlah wanita dengan cara nyang baik.”(Muttafaqun alaihi)
Rasullah SAW juga besabda:
“Sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang tidak bisa engkau luruskan bedasarkan satu cara. Jika engkau ingin menikmatinya, maka engkau bisa menikmatinya dengan cara tetap ada kebengkokan pada dirinya. Jika engkau berusaha meluruskannya dengan keras, maka engkau akan mematahkannya. Mematahkannya berarti menceraikannya.” (HR Muslim)
Ibnu Masud dan Ibnu Abas berpendapat, “Ketika di surga, Adam hidup liar. Ketika Adam sedang tidur, Hawa diciptakan dari tulang rusuk pendek dari tubuh bagian bagian kirinya untuk menjadi pendampingnya dan menenangkan jiwanya. Ketika terbangun, Adam melihat Hawa sambil bertanya, “Siapa engkau?” Hawa menjawab, “Seorang wanita yang diciptakan dari tulang rusukmu untuk menjadi pendampingmu,”
Banyak kalangan termasuk di antaranya kaum wanita memahami proses penciptaan wanita dari tulang rusuk secara tidak benar. Yang dengan mereka berbaksud mencela, melecehkan dan menganggapnya sebagai tulang rusuk yang mengkok dengan menyebutkan kata-kata yang merendahkan. Padahal, penciptaan wanita dari tulang rusuk merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah SWT, sebagaimana yang difirmankan-Nya. “Inilah ciptaan Allah SWT, maka perlihatkan kepadaku apa yang diciptakan oleh selain Allah SWT.” (Luqman 11)
Jika wanita tidak diciptakan dari tulang rusuk, maka yang dimaksud penciptaannya tidak akan terealisasi. Sebab, tulang rusuk yang bengkok memiliki beberapa fungsi, kelebihan, sifat, dan manfaat yang beragam, yang belum tentu dimiliki oleh tulang rusuk yang lurus. Pernahkah anda memperhatikan dada? Tidak akan mungkin ai bisa melindungi hati, jantung, empedu, alat-alat pencernaan, dan bagian tubuh yang lainnya, jika bentuknya lurus.
Berdasarkan analogi di atas, penciptaan wanita dari tulang rusuk mengandung berbagai kelebihan dan kriteria tersendiri untuk melaksanakan fungsi pemeliharaan, perhatian, cinta, dan kasih sayang. Bukan saja untuk anak-anak, tetapi juga untuk suami dan siapa saja yang berhubungan dengannya. Apa yang akan anda lakukan dengan tangan anda ketika sedang menggendong anak kecil? Pasti anda akan membengkokannya seperti tulang rusuk agar tidak jatuh. Jika anda meluruskan tangan, maka anak itu akan jatuh ketanah, dan mungkin akan meninggal dunia.
Dan diantara fungsi tulang rusuk adalah melindungi anggota tubuh dari benturan dan pukulan. Sifat bengkok tulang rusuk mengandung berbagai makna kebahasaan yang bisa dikaitkan dengan diri wanita, di antaranya, kasih sayang dan pemberian perlindungan. Jika anda mengamati wanita secara seksama, Ia selalu menyayangi dan melindungi anaknya. Sebagian besar pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan, penyusuan, penggantian pakaian, memandikan dan lain-lainnya selalu dilakukan dengan penuh kehati-hatian, kelembutan, kasih sayang dan perhatian penuh. Jika berpisah sesaat dengan anaknya, ia akan merasa sangat merindukan buah hatinya itu.
Diantara makna Al-iwaj (bengkok) adalah belas kasihan. Karakter wanita selalu menggunakan perasaan dalam menghadapi anak, suami, dan siapa saja yang berinteraksi dengannya. Ia mempunyai perasaan yang lebih kuat dari pada laki-laki.
Diantara makna Al-iwaj lainnya adalah minat atau kecenderungan artinya, seorang wanita lebih cenderung kepada sesuatu dengan berdasar pada perasaannya. Ia akan menjadikan hati orang laki-laki cenderung kepadanya atau ia lebih cenderung untuk memperlihatkan wajah dan rambutnya. Demikian itulah keadaan wanita secara umum.
Agar kaum laki-laki benar-benar memahami wanita yang akan menjadi mitra hidupnya dalam jangka waktu yang lama. Nabi SAW memberitahukan bahwa wanita tidak akan pernah lurus. Oleh karena itu, dibutuhkan seni dan kejelian di dalam berinteraksi dan meluruskannya seperti halnya tukang emas yang takut emas yang diperbaikinya itu tergores atau patah.
Dengan demikian, upaya meluruskan wanita harus dengan penuh kelembutan dan tidak berlebihan agar tidak patah dan tidak pula membiarkannya tetap dalam kebengkokannya. Barang siapa yang berusaha meluruskannya, maka ia tidak akan bersenang-senang dengannya, karena kenikmatannya ada pada kebengkokannya tersebut. Artinya, kita harus benar-benar bersabar dalam menghadapi ketidak lurusan akhlaknya, kelemahan akalnya, kekurangannya, serta memaafkan kesalahannya.
Rasullah SAW juga besabda:
“Sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang tidak bisa engkau luruskan bedasarkan satu cara. Jika engkau ingin menikmatinya, maka engkau bisa menikmatinya dengan cara tetap ada kebengkokan pada dirinya. Jika engkau berusaha meluruskannya dengan keras, maka engkau akan mematahkannya. Mematahkannya berarti menceraikannya.” (HR Muslim)
Ibnu Masud dan Ibnu Abas berpendapat, “Ketika di surga, Adam hidup liar. Ketika Adam sedang tidur, Hawa diciptakan dari tulang rusuk pendek dari tubuh bagian bagian kirinya untuk menjadi pendampingnya dan menenangkan jiwanya. Ketika terbangun, Adam melihat Hawa sambil bertanya, “Siapa engkau?” Hawa menjawab, “Seorang wanita yang diciptakan dari tulang rusukmu untuk menjadi pendampingmu,”
Banyak kalangan termasuk di antaranya kaum wanita memahami proses penciptaan wanita dari tulang rusuk secara tidak benar. Yang dengan mereka berbaksud mencela, melecehkan dan menganggapnya sebagai tulang rusuk yang mengkok dengan menyebutkan kata-kata yang merendahkan. Padahal, penciptaan wanita dari tulang rusuk merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah SWT, sebagaimana yang difirmankan-Nya. “Inilah ciptaan Allah SWT, maka perlihatkan kepadaku apa yang diciptakan oleh selain Allah SWT.” (Luqman 11)
Jika wanita tidak diciptakan dari tulang rusuk, maka yang dimaksud penciptaannya tidak akan terealisasi. Sebab, tulang rusuk yang bengkok memiliki beberapa fungsi, kelebihan, sifat, dan manfaat yang beragam, yang belum tentu dimiliki oleh tulang rusuk yang lurus. Pernahkah anda memperhatikan dada? Tidak akan mungkin ai bisa melindungi hati, jantung, empedu, alat-alat pencernaan, dan bagian tubuh yang lainnya, jika bentuknya lurus.
Berdasarkan analogi di atas, penciptaan wanita dari tulang rusuk mengandung berbagai kelebihan dan kriteria tersendiri untuk melaksanakan fungsi pemeliharaan, perhatian, cinta, dan kasih sayang. Bukan saja untuk anak-anak, tetapi juga untuk suami dan siapa saja yang berhubungan dengannya. Apa yang akan anda lakukan dengan tangan anda ketika sedang menggendong anak kecil? Pasti anda akan membengkokannya seperti tulang rusuk agar tidak jatuh. Jika anda meluruskan tangan, maka anak itu akan jatuh ketanah, dan mungkin akan meninggal dunia.
Dan diantara fungsi tulang rusuk adalah melindungi anggota tubuh dari benturan dan pukulan. Sifat bengkok tulang rusuk mengandung berbagai makna kebahasaan yang bisa dikaitkan dengan diri wanita, di antaranya, kasih sayang dan pemberian perlindungan. Jika anda mengamati wanita secara seksama, Ia selalu menyayangi dan melindungi anaknya. Sebagian besar pekerjaan yang berkaitan dengan pemeliharaan, penyusuan, penggantian pakaian, memandikan dan lain-lainnya selalu dilakukan dengan penuh kehati-hatian, kelembutan, kasih sayang dan perhatian penuh. Jika berpisah sesaat dengan anaknya, ia akan merasa sangat merindukan buah hatinya itu.
Diantara makna Al-iwaj (bengkok) adalah belas kasihan. Karakter wanita selalu menggunakan perasaan dalam menghadapi anak, suami, dan siapa saja yang berinteraksi dengannya. Ia mempunyai perasaan yang lebih kuat dari pada laki-laki.
Diantara makna Al-iwaj lainnya adalah minat atau kecenderungan artinya, seorang wanita lebih cenderung kepada sesuatu dengan berdasar pada perasaannya. Ia akan menjadikan hati orang laki-laki cenderung kepadanya atau ia lebih cenderung untuk memperlihatkan wajah dan rambutnya. Demikian itulah keadaan wanita secara umum.
Agar kaum laki-laki benar-benar memahami wanita yang akan menjadi mitra hidupnya dalam jangka waktu yang lama. Nabi SAW memberitahukan bahwa wanita tidak akan pernah lurus. Oleh karena itu, dibutuhkan seni dan kejelian di dalam berinteraksi dan meluruskannya seperti halnya tukang emas yang takut emas yang diperbaikinya itu tergores atau patah.
Dengan demikian, upaya meluruskan wanita harus dengan penuh kelembutan dan tidak berlebihan agar tidak patah dan tidak pula membiarkannya tetap dalam kebengkokannya. Barang siapa yang berusaha meluruskannya, maka ia tidak akan bersenang-senang dengannya, karena kenikmatannya ada pada kebengkokannya tersebut. Artinya, kita harus benar-benar bersabar dalam menghadapi ketidak lurusan akhlaknya, kelemahan akalnya, kekurangannya, serta memaafkan kesalahannya.










0 komentar:
Poskan Komentar